Baru baru ini Kominfo memblokir sebanyak 19 situs islam terkenal seperti Arrahmah, VOA-islam dan Hidayatullah.
Tudingan bahwa situs-situs Islam lebih
berbahaya daripada pornografi datang dari politisi Partai Demokrasi
Indonesia Perjuangan (PDIP) Eva Kusuma Sundari.
Situs-situs Islam
itu menurutnya, “Sama bahayanya dengan situs pornografi karena berdampak
pada kerusakan jiwa terutama generasi muda kita. Tetapi yang lebih
bahaya adalah dampak tindakannya yang mendatangkan kerusakan yang luas
dan bahkan penghilangan nyawa banyak orang.”
“Karena berdampak pada kerusakan jiwa para generasi muda,” kata anggota Komisi III DPR dalam rilisnya.
Ia
mendesak Menkominfo untuk memblokir situs-situs Islam pro-jihad.
Desakan ini, menyusul insiden bom panci di Mapolsek Rajapolah,
Tasikmalaya, Jawa Barat. Ia menduga, pelaku mendapat ide dari situs Inspire Magazine Al Qaidah, yang mengajarkan pembuatan bom panci pakai pressure cooker.
“Hal yang juga telah menginspirasi pelaku bom Boston marathon,” tuding anggota Kehormatan Waria ini.
Ia
mengatakan, situs-situs tersebut sudah meresahkan masyarakat dan
aktivis-aktivis anti-kekerasan karena mengajarkan radikalisme.
“PDI
Perjuangan sangat berharap agar Menkominfo menutup situs-situs yang
sudah meresahkan masyarakat dan aktivitas-aktivitas anti kekerasan
karena mengajarkan radikalisme seperti situs-situs Al-busroh.com;
Arrahmah.com; VOI-Voice of Islam; jihat.com; tauhid wal jihad, yang
mendorong apa yang disebut self-radicalism (radikalisme sukarela) dan mengantar seseorang mengambil tindakan radikal termasuk membuat bom,” katanya dalam rilis persnya

No comments:
Post a Comment