'' Barisan ini akan menyampaikan langsung tuntutan yang mereka usung dalam aksi di depan Balai Kota Malang, yang utama adalah memperkuat KPK ''
Malang - Aksi turun jalan yang dilakukan barisan dokter dan tenaga kesehatan,
Senin (30/3), bakal berlanjut. Mereka mengincar momen kedatangan
Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Malang 17 April mendatang untuk
menyampaikan aspirasi.
Koordinator aksi dr Wiwi Jaya mengatakan,
barisan dokter dan tenaga kesehatan yang dimotori IDI (Ikatan Dokter
Indonesia), himpunan dokter spesialis, organisasi perawat, dokter
pendidikan spesialis, pegawai Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA), serta
kelompok aksi mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Brawijaya
(UB) dan aliansi mahasiswa kesehatan regio Malang tersebut ingin duduk
semeja dengan Jokowi.
”Kami ingin memaparkan fakta di lapangan
dan mengingatkan beliau tentang tugas serta tanggung jawab seorang
kepala negara,” tegasnya dilansir Radar Malang.
Barisan ini juga
akan menyampaikan langsung empat tuntutan yang mereka usung dalam aksi
di depan Balai Kota Malang Senin (30/3). Yakni perkuat KPK (Komisi
Pemberantasan Korupsi), turunkan harga bahan pokok, reformasi aparatur
penegak hukum, dan keadilan dalam kesejahteraan aparatur negara.
”Yang utama adalah memperkuat KPK. Sebab, lembaga itulah yang diharapkan
bisa menyelamatkan kekayaan negara yang selama ini bocor karena
korupsi,” jelas Wiwi.
Ini karena korupsi menjadi akar yang paling
melemahkan ketahanan negara. Jika korupsi bisa diberantas, diharapkan
anggaran untuk menyejahterakan masyarakat, terutama dalam hal kesehatan
akan meningkat. Selain itu, kata Wiwi, dokter-dokter juga menuntut agar
pemerintah menurunkan harga bahan pokok.
”Kalau masyarakat masih
dibingungkan harga beras, harga BBM (bahan bakar dan minyak), listrik
juga naik, maka perhatian terhadap kesehatan tidak masuk prioritas
mereka,” terangnya.
Masih kata dosen FK UB itu, program JKN
(jaminan kesehatan nasional) juga tidak akan efektif jika masalah perut
masyarakat belum selesai.
Sementara terkait tuntutan keadilan
dalam kesejahteraan aparatur negara, dirinya menegaskan bahwa pegawai
pajak hanya merupakan contoh.
”Bukan hanya tenaga kesehatan yang
belum jadi prioritas pemerintah, tetapi juga tenaga pendidikan.
Kesehatan dan pendidikan merupakan fundamental pembangun generasi masa
depan yang lebih baik,” tandasnya.

No comments:
Post a Comment