''Innalillahi wainna ilaihi raji'un,
Telah meninggal dunia mak Hj nori atau lebih dikenal Mpok nori pada hari ini pukul 07:40 WIB. di rumah sakit Pasar Rebo, Jakarta Timur.Mpok Nori meninggal di usia 84 tahun''.
Jakarta -
Kabar duka kembali menghampiri
dunia hiburan Tanah Air. Salah satu komedian Betawi, Mpok Nori meninggal
dunia setelah menjalani perawatan di rumah sakit Pasar Rebo, Jakarta
Timur.
Kabar duka itu sampai ke redaksi detikHOT, Jumat (3/4/2015).
"Telah
meninggal dunia mak hj Nori pada pagi hari ini, pukul 07.40 WIB beliau
menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Pasar Rebo, Jakarta
Timur. Mohon dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya apabila ada
kesalahan semasa hidupnya," tulis pesan yang diterima detikHOT.
Mpok
Nori meninggal di usia 84 tahun. Sebagai seorang pelawak, penampilan
Mpok Nori semasa hidupnya khas dikenal dengan logat Betawinya yang
kental.
Hingga di usianya yang telah senja, Mpok Nori tak
berhenti berakting. Selain tampil di acara lawak, ia juga didapuk
bermain dalam sejumlah film di antaranya 'Get Married 2 & 3', juga
'Sule Detektif Tokek'.
Selamat jalan, Mpok Nori!
Dikutip dari detik
Thursday, 2 April 2015
Inilah 19 Janji Jokowi saat Kampenye Pilgub DKI dan 54 Janji Jokowi saat Kampanye Pilpres
Inilah 19 Janji Jokowi Saat Pilgub DKI 2012
Berikut ini 19 janji Jokowi saat kampanye pemilihan gubernur DKI Jakarta dulu seperti yang dimuat oleh situs resmi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tertanggal 24 September 2012. Di mana, situs ini memuat hasil catatan dari Harian Terbit selama Jokowi berkampanye.
1. Tidak memakai Voorijder untuk merasakan juga kemacetan
2. Hanya 1 jam di kantor. Selebihnya, meninjau pelayanan publik di lapangan.
3. Tidak tersinggung dengan pertanyaan wartawan yang menyudutkan pihaknya
4. Tidak memberikan pentungan dan perlengkapan yang memungkinkan Polisi Pamong Praja memukul warga.
5. Menambah 1.000 unit bus Transjakarta
6. Memberikan honor tambahan kepada Ketua RT/ RW di Jakarta sebanyak Rp 500 ribu per bulan, dan asuransi kesehatan.
7. Memberikan asuransi kesehatan kepada semua anggota RT/RW.
8. Akan memimpin Jakarta selama lima tahun. Tidak menjadi kutu loncat dengan mengikuti Pemilu 2014. (Jumpa pers di rumah Megawati Soekarnoputri, 20 September 2012)
9. Membangun perkampungan yang sehat dan layak huni. Hunian di bantaran Sungai Ciliwung di desain menjadi kampung susun. Melakukan intervensi sosial untuk merevitalisasi pemukiman padat dan kumuh tanpa melakukan penggusuran. (Debat Calon Gubernur DKI Jakarta, 14 September 2012)
10. Mengatasi banjir dengan melakukan pembangunan embung/folder untuk menangkap dan menampung air hujan di setiap kecamatan dan setiap kelurahan. Mengintegrasikan seluruh saluran drainase agar terkoneksi dengan kanal-kanal pembuangan air.
11. Memperbanyak armada angkutan umum, terutama bus TransJakarta di koridor-koridor yang tetap dipertahankan sebagai jalur bus khusus. Merintis MRT/subway. Busway diubah menjadi railbus yang berkapasitas lebih besar. Dengan demikian yang bergerak warga bukan mobil.
12. Membangun Mal PKL, Ruang Publik & Revitalisasi Pasar Tradisional sehingga tidak mengganggu pengguna jalan. (Jakarta, 18 September 2012)
13. Membangun kebudayaan warga kota berbasis komunitas. Merevitalisasi dan melengkapi fasilitas kawasan Old Batavia.
14. Membenah birokrasi bersih dan profesional agar pemerintahan berjalan bersih, transparan, dan profesional.
15. Memberikan pendidikan gratis Kartu melalui kartu Jakarta Pintar. Dengan kartu ini maka warga Jakarta dapat merasakan pendidikan gratis dari SD hingga SMA. Program ini telah berhasil diterapkan di Solo selama 5 tahun. (Kampanye di Kampung Sawah, Gandaria Selatan, Jakarta Selatan, 29 Juni 2012).
16. Melegalkan tanah-tanah yang sebelumnya tidak diakui oleh pemerintah Provinsi DKI Jakarta atau tanah ilegal. (Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, 15 September 2012)
17. Melakukan redesain total dengan membangun Jakarta dari kampung-kampung. (Menteng Dalam, 14 September 2012).
18. Setiap kampung punya ruang publik, ruang hijau, serta drainase memadai dan punya tangki pembuangan komunal. (Menteng Dalam, 14 September 2012)
19. Melanjutkan program Kanal Banjir Timur serta pembangunan tanggul di tiap kecamatan.
Selama berlangsungnya masa kampanye, Joko Widodo dan Jusuf Kalla menebar janji kepada masyarakat Indonesia. Sedikitnya ada 54 janji yang diutarakan oleh pasangan pemenang Pilpres 2014 ini saat mereka menggelar kampanye di berbagai kesempatan dan tempat beberapa waktu lalu.
Berikut daftar janji Kampanye Joko Widodo-Jusuf Kalla jika mereka terpilih menjadi Presiden dan Wapres yang dimuat oleh berbagai media massa di dalam negeri.
1. Membuktikan dan merealisasikan janji-janji dalam visi-misi
2. Tidak berada di bawah bayang-bayang Megawati
3. Menyusun kabinet yang ramping dan diisi oleh profesional
4. Penerapan e-Government
pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen)
6. Tanggal 1 Muharram sebagai Hari Santri Nasional
7. Mendukung kemerdekaan dan mendirikan KBRI di Palestina
8. Membeli kembali Indosat
Janji kampanye khusus di bidang pertanian:
9. Program kepemilikan tanah pertanian untuk 4,5 juta kepala keluarga
10. Pembangunan/perbaikan irigasi di 3 juta hektare (ha) sawah
11. Pembangunan 25 bendungan
12. Menyediakan 1 juta ha lahan pertanian baru di luar Jawa
13. Pendirian bank petani
14. Penguatan Bulog
15. Menyejahterakan kehidupan petani
16. Mengelola persediaan pupuk dan menjaga harga tetap murah
Janji kampanye khusus di bidang kelautan:
17. Membangun pusat pelelangan, penyimpanan dan pengolahan ikan
18. Membangun industri maritim
19. Menyederhanakan regulasi perikanan
20. Mempermudah nelayan mendapatkan Solar sebagai bahan bakar kapal dengan mendirikan SPBU khusus
Janji kampanye khusus di bidang perdagangan:
21. Menurunkan harga sembako
22. Perbaikan 5.000 pasar tradisional
Janji kampanye khusus di bidang infrastruktur:
24. Menyediakan fasilitas air bersih untuk seluruh rakyat
25. Mewujudkan tol laut Aceh-Papua
26. Pembangunan infrastruktur seperti jalan, listrik, irigasi, dan pelabuhan
Janji kampanye khusus di bidang energi:
27. Menghapus subsidi bahan bakar minyak (BBM)
Janji kampanye khusus di bidang UKM dan ekonomi kreatif:
28. Bantuan dana Rp 10 juta per tahun untuk UMKM/koperasi
29. Mendorong, memperkuat dan mempromosikan industri kreatif dan digital sebagai salah satu upaya mempercepat laju pertumbuhan ekonomi.
Janji kampanye khusus di bidang kesra:
30. Meningkatkan kualitas dan kuantitas program raskin
31. Meningkatkan anggaran penanggulangan kemiskinan termasuk memberi subsidi Rp1 juta per bulan untuk keluarga pra sejahtera sepanjang pertumbuhan ekonomi di atas 7 persen
32. Alokasi Rp 1,4 miliar untuk setiap desa
Janji kampanye khusus di bidang kesehatan:
33. Layanan kesehatan gratis rawat inap/rawat jalan dengan Kartu Indonesia Sehat
34. Membangun 6.000 puskesmas dengan fasilitas rawat inap
Janji kampanye khusus di bidang ketenagakerjaan:
35. Memperhatikan permasalahan outsourcing
36. Meningkatkan profesionalisme, menaikkan gaji dan kesejahteraan PNS, TNI dan Polri
37. Menjadikan perangkat desa sebagai pegawai negeri sipil (PNS)
38. Menurunkan pengangguran dengan menciptakan 10 juta lapangan kerja baru selama lima tahun
39. Menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan di sektor pertanian, perikanan, dan manufaktur
Janji kampanye khusus di bidang pertahanan:
40. Meningkatkan 3 kali lipat anggaran pertahanan
41. Drone untuk ketahanan nasional
Janji kampanye khusus di bidang pendidikan dan iptek:
42. Sekolah gratis
43. Menaikkan gaji guru
44. Meningkatkan kualitas pendidikan melalui pembenahan enaga pengajar yang punya kemampuan merata diseluruh Nusantara
45. Mewujudkan pendidikan seluruh warga negara termasuk anak petani, nelayan, butuh termasuk difabel dan elemen masyarakat lain melalui Kartu Indonesia Pintar
46. Membantu meningkatkan mutu pendidikan pesantren guna meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Meningkatkan kesejahteraan guru-guru pesantren sebagai bagian komponen pendidik bangsa
47. Berkomitmen akan menghargai para tenaga ahli yang mengabdi untuk Indonesia dengan memberikan gaji besar bagi para ahli asal Indonesia
Janji kampanye khusus di bidang hukum dan HAM:
48. Menyelesaikan pelanggaran-pelanggaran HAM di masa lalu
49. Memperkuat KPK (meningkatkan anggarannya 10 kali lipat, menambah jumlah penyidik, dan regulasi)
50. Akan berbicara terkait kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI)
Janji kampanye khusus kepada daerah:
51. Membenahi Berbagai Persoalan di Ibukota Jakarta (seperti kemacetan, banjir, dan lain-lain)
52. Menangani kabut asap di Riau
53. Mudah ditemui oleh warga Papua
54. Membenahi Kawasan Masjid Agung Banten.
Kecewa !!! Pria ini Tulis surat terbuka untuk jokowi
''Salah satu pendukung Jokowi semasa kampanye Pilpres 2014, merasa kecewa . Dia pun menulis surat terbuka untuk jokowi melalui akun facebooknya. baca isinya dibawah ''
SURAT UNTUK PRESIDEN JOKOWI
SURAT UNTUK PRESIDEN JOKOWI
Pak Presiden Jokowi yang baik hati,
Tentang kenaikan harga bahan bakar minyak, kami mungkin tidak pandai
berhitung: Bagaimana sebenarnya harga minyak ditentukan? Bagaimana
neraca perekonomian nasional diperlakukan? Atau pertimbangan apa yang
dipakai sehingga satu-satunya pilihan untuk ‘menyelamatkan seluruh
bangsa dan negara’ harus sama dan sebangun dengan menaikkan harga-harga?
Bagi kami, angka-angka selalu terdengar sebagai ilusi belaka, Pak.
Setiap hari kami mendengar satuan ‘miliar’ atau ‘triliun’ disebutkan
dalam berita-berita, tanpa pernah benar-benar melihatnya dalam bentuk
yang sesungguhnya—apalagi menghitungnya satu per satu.
Hidup kami
sederhana, disambung lembaran-lembaran uang recehan. Ilmu hitung kami
kelas rendahan: Berapa untuk makan sehari-hari, uang jajan anak sekolah,
biaya transportasi, biaya listrik bulanan, dan kadang-kadang cicilan
motor, dispenser atau DVD player.
Tak perlu kalkulator. Bila
sedang beruntung, kami bisa punya sisa uang untuk jalan-jalan di akhir
pekan. Bila sedang sulit, kami tidak kemana-mana, Pak: Kami mencari
kebahagiaan gratisan di televisi—meski kadang-kadang justru dibuat
pusing dengan berita-berita tentang pejabat-pejabat negara yang korupsi.
Tahukah Bapak, di televisi, juga koran-koran dan majalah: Kami seperti
tak punya presiden! Kami seperti tak punya pemimpin! Negara ini
terlanjur dikuasai para bandit dan bajingan tengik yang hanya tahu
tentang memperkaya diri sendiri! Ah, mungkinkah Bapak tak sempat
menonton TV atau membaca koran sehingga Bapak tak mengetahuinya? Tapi,
kemana saja sih Bapak selama ini? Ngapain saja di istana? Mana
janji-jani Bapak yang dulu terdengar indah dan gegap gempita?
Kami, rakyat biasa, sesekali butuh kabar gembira, Pak. Kadang-kadang
kami berkhayal bahwa jangan-jangan kami ini sedang hidup dalam sinetron?
Mungkinkah yang duduk di istana negara itu bukan Bapak—tapi kembaran
Bapak yang menyamar atau tertukar? Kemana Bapak yang dulu penuh semangat
untuk menyejahterakan rakyat? Lupakah Bapak pada janji-janji Bapak?
Mungkinkah kepala Bapak terbentur batu dan lantas hilang ingatan?
Pak Presiden yang baik,
Harga BBM terlanjur naik… Sempat juga turun, tetapi kemudian naik lagi,
dan naik lagi. Konon ia mengikuti mekanisme pasar, bergantung pada
naik-turun harga minyak dunia. Tapi, Pak, di pasar-pasar becek yang kami
tahu, ketika harga sudah terlanjur naik karena BBM naik, ia tak kenal
kata turun lagi! Apakah Bapak juga mau menyerahkan nasib kami kepada
mekanisme pasar dunia? Alamak!
Lihatlah pejabat-pejabat anak buah
Bapak yang hanya bisa meminta kami bersabar dan mengerti! Dengan gagah
dan seolah baik hati konon mereka akan memberi kami kompensasi: Membuat
kami mengantre untuk mendapatkan uang bantuan agar kami tak merasa
kesulitan.
Tapi, pikiran kami sederhana saja, Pak, benarkah Bapak
suka melihat kami mengantre—panjang-mengular dari Sabang sampai
Merauke? Kami tidak suka itu, Pak. Kami tak suka terlihat miskin,
apalagi menjadi miskin. Kalau memang Bapak punya uang untuk dibagikan
kepada kami, pakailah uang itu, kami rela meminjamkannya untuk
menyelamatkan ‘perekonomian nasional’ yang konon tak kuasa menahan
gertakan dollar Amerika dan gejolak harga minyak dunia.
Pak,
sudahlah, tak perlu mengeluarkan kartu apa-apa lagi… Dompet kami sudah
cukup tebal dengan kartu-kartu, tetapi sekaligus hanya memuat
lembar-lembar rupiah yang makin hari makin tipis. Sudahlah tak perlu
menyalahkan siapa-siapa, berdirilah untuk membela kepentingan dan nasib
hidup kami.
Ada apa dengan Bapak ini? Tak perlu takut
siapa-siapa, Pak! Bila Bapak disandra mafia, pejabat-pejabat yang
bangsat, atau pengusaha-pengusaha yang menghisap rakyat, tolong beritahu
kami: Siapa saja mereka? Kami akan bersatu untuk membantu Bapak melawan
dan melenyapkan mereka. Tentu saja, semoga Bapak bukan salah satu
bagian dari mereka!
Pak Presiden yang baik,
Dengarkanlah
kami, berdirilah untuk kami, berbicaralah atas nama kami, belalah kami:
Maka kami akan selalu ada, berdiri, bahkan berlari mengorbankan apa saja
untuk membelamu. Berhentilah berdiri dan berbicara atas nama sejumlah
pihak—membela kepentingan-kepentingan golongan atau partai. Berhentilah
jadi bagian dari mereka yang ingin kami benci sampai mati. Jangan jadi
penakut, Pak Presiden, jangan jadi pengecut!
Buanglah
kalkulatormu, singkirkan tumpukan kertas di hadapanmu, lupakan
bisikan-bisikan penjilat di sekelilingmu! Lalu dengarkanlah suara kami,
tataplah mata kami: Tidak pernah ada satupun pemimpin di atas dunia yang
sanggup bertahan dalam kekuasaannya jika ia terus-menerus menulikan
dirinya dari suara-suara rakyatnya!
Pak Presiden,
Sekali
lagi, tentang kenaikan harga minyak, barangkali kami memang tak pandai
berhitung. Tapi, sungguh, kami tak perlu menghitung apapun untuk
memutuskan mencintai atau membenci sesuatu; Termasuk mencintai atau
membencimu!
-Dari seseorang yang dulu mendukungmu, yang kini merasa kecewa karena Bapak menyia-nyiakan dukungan itu!
FAHD PAHDEPIE
PS: Saya pernah mengirimkan sebuah surat dengan nada yang sama kepada Presiden SBY, tahun 2012.
Saat Jokowi Kunjungi Malang, Barisan Dokter siapkan Demo Besar
'' Barisan ini akan menyampaikan langsung tuntutan yang mereka usung dalam aksi di depan Balai Kota Malang, yang utama adalah memperkuat KPK ''
Malang - Aksi turun jalan yang dilakukan barisan dokter dan tenaga kesehatan, Senin (30/3), bakal berlanjut. Mereka mengincar momen kedatangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Malang 17 April mendatang untuk menyampaikan aspirasi.
Koordinator aksi dr Wiwi Jaya mengatakan, barisan dokter dan tenaga kesehatan yang dimotori IDI (Ikatan Dokter Indonesia), himpunan dokter spesialis, organisasi perawat, dokter pendidikan spesialis, pegawai Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA), serta kelompok aksi mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Brawijaya (UB) dan aliansi mahasiswa kesehatan regio Malang tersebut ingin duduk semeja dengan Jokowi.
”Kami ingin memaparkan fakta di lapangan dan mengingatkan beliau tentang tugas serta tanggung jawab seorang kepala negara,” tegasnya dilansir Radar Malang.
Barisan ini juga akan menyampaikan langsung empat tuntutan yang mereka usung dalam aksi di depan Balai Kota Malang Senin (30/3). Yakni perkuat KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), turunkan harga bahan pokok, reformasi aparatur penegak hukum, dan keadilan dalam kesejahteraan aparatur negara.
”Yang utama adalah memperkuat KPK. Sebab, lembaga itulah yang diharapkan bisa menyelamatkan kekayaan negara yang selama ini bocor karena korupsi,” jelas Wiwi.
Ini karena korupsi menjadi akar yang paling melemahkan ketahanan negara. Jika korupsi bisa diberantas, diharapkan anggaran untuk menyejahterakan masyarakat, terutama dalam hal kesehatan akan meningkat. Selain itu, kata Wiwi, dokter-dokter juga menuntut agar pemerintah menurunkan harga bahan pokok.
”Kalau masyarakat masih dibingungkan harga beras, harga BBM (bahan bakar dan minyak), listrik juga naik, maka perhatian terhadap kesehatan tidak masuk prioritas mereka,” terangnya.
Masih kata dosen FK UB itu, program JKN (jaminan kesehatan nasional) juga tidak akan efektif jika masalah perut masyarakat belum selesai.
Sementara terkait tuntutan keadilan dalam kesejahteraan aparatur negara, dirinya menegaskan bahwa pegawai pajak hanya merupakan contoh.
”Bukan hanya tenaga kesehatan yang belum jadi prioritas pemerintah, tetapi juga tenaga pendidikan. Kesehatan dan pendidikan merupakan fundamental pembangun generasi masa depan yang lebih baik,” tandasnya.
Malang - Aksi turun jalan yang dilakukan barisan dokter dan tenaga kesehatan, Senin (30/3), bakal berlanjut. Mereka mengincar momen kedatangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Malang 17 April mendatang untuk menyampaikan aspirasi.
Koordinator aksi dr Wiwi Jaya mengatakan, barisan dokter dan tenaga kesehatan yang dimotori IDI (Ikatan Dokter Indonesia), himpunan dokter spesialis, organisasi perawat, dokter pendidikan spesialis, pegawai Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA), serta kelompok aksi mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Brawijaya (UB) dan aliansi mahasiswa kesehatan regio Malang tersebut ingin duduk semeja dengan Jokowi.
”Kami ingin memaparkan fakta di lapangan dan mengingatkan beliau tentang tugas serta tanggung jawab seorang kepala negara,” tegasnya dilansir Radar Malang.
Barisan ini juga akan menyampaikan langsung empat tuntutan yang mereka usung dalam aksi di depan Balai Kota Malang Senin (30/3). Yakni perkuat KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), turunkan harga bahan pokok, reformasi aparatur penegak hukum, dan keadilan dalam kesejahteraan aparatur negara.
”Yang utama adalah memperkuat KPK. Sebab, lembaga itulah yang diharapkan bisa menyelamatkan kekayaan negara yang selama ini bocor karena korupsi,” jelas Wiwi.
Ini karena korupsi menjadi akar yang paling melemahkan ketahanan negara. Jika korupsi bisa diberantas, diharapkan anggaran untuk menyejahterakan masyarakat, terutama dalam hal kesehatan akan meningkat. Selain itu, kata Wiwi, dokter-dokter juga menuntut agar pemerintah menurunkan harga bahan pokok.
”Kalau masyarakat masih dibingungkan harga beras, harga BBM (bahan bakar dan minyak), listrik juga naik, maka perhatian terhadap kesehatan tidak masuk prioritas mereka,” terangnya.
Masih kata dosen FK UB itu, program JKN (jaminan kesehatan nasional) juga tidak akan efektif jika masalah perut masyarakat belum selesai.
Sementara terkait tuntutan keadilan dalam kesejahteraan aparatur negara, dirinya menegaskan bahwa pegawai pajak hanya merupakan contoh.
”Bukan hanya tenaga kesehatan yang belum jadi prioritas pemerintah, tetapi juga tenaga pendidikan. Kesehatan dan pendidikan merupakan fundamental pembangun generasi masa depan yang lebih baik,” tandasnya.
Sekarang !! Jokowi Berpihak pada para Pejabat dan elite Politik
''Sekarang hati jokowi bukan lagi buat rakyat, sebenarnya sosok jokowi yang dekat dengan rakyat itulah yang membawanya menjadi orang nomor satu di negeri ini ''
Jakarta - Langkah Presiden Joko Widodo menaikkan anggaran uang muka pembelian kendaraan bagi pejabat dinilai bertentangan dengan sosoknya yang selama ini dekat dengan rakyat.
Jokowi dianggap sudah tak lagi berpihak kepada rakyat, tetapi justru kepada para pejabat dan elite politik.
"Hatinya Jokowi bukan buat rakyat sekarang," kata pengamat politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio kepada Kompas.com, Kamis (2/4/2015).
Menurut Hendri, sosok Jokowi yang dekat dengan rakyat itulah yang membawanya terpilih menjadi orang nomor satu di negeri ini.
Namun kini, Jokowi mengambil kebijakan tingkat elite di tengah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan harga bahan pokok yang menyengsarakan rakyat.
"Itu uangnya dari mana? Dari subsidi BBM yang ditarik?" ujar Hendri.
Hendri juga mempertanyakan sikap Jokowi, yang sempat menolak pengadaan mobil untuk kabinetnya pada masa peralihan pemerintahan lalu.
Saat itu, Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi melakukan pengadaan 72 unit Mercedes-Benz E Class 400 untuk kabinet Jokowi-Kalla.
Nilai lelangnya mencapai Rp 91,94 miliar. Namun, lelang itu akhirnya dibatalkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono setelah memicu kontroversi di masyarakat.
Ketika itu, Jokowi dan JK kompak menolak menggunakan pengadaan mobil yang dilakukan SBY itu.
"Ya, itulah Jokowi, membingungkan," ucap Hendri.
Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2015 tentang Pemberian Fasilitas Uang Muka bagi Pejabat Negara untuk Pembelian Kendaraan Perorangan, Presiden Jokowi menaikkan uang muka pembelian kendaraan menjadi Rp 210,890 juta.
Dikutip dari situs Sekretariat Kabinet, Perpres itu merupakan revisi dari Peraturan Presiden Nomor 68 Tahun 2010.
Perpres tersebut hanya mengubah Pasal 3 ayat (1) Perpres No 68/2010. Pada Perpres No 68 Tahun 2010 disebutkan fasilitas uang muka diberikan kepada pejabat negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 sebesar Rp 116.650.000
Adapun dalam Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2015, fasilitas itu berubah menjadi sebesar Rp 210.890.000.
Mereka yang mendapat fasilitas ini ialah anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, hakim agung, hakim konstitusi, anggota Badan Pemeriksa Keuangan, dan anggota Komisi Yudisial. (Ihsanuddin)
Dikutip dari Wartakota
Jakarta - Langkah Presiden Joko Widodo menaikkan anggaran uang muka pembelian kendaraan bagi pejabat dinilai bertentangan dengan sosoknya yang selama ini dekat dengan rakyat.
Jokowi dianggap sudah tak lagi berpihak kepada rakyat, tetapi justru kepada para pejabat dan elite politik.
"Hatinya Jokowi bukan buat rakyat sekarang," kata pengamat politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio kepada Kompas.com, Kamis (2/4/2015).
Menurut Hendri, sosok Jokowi yang dekat dengan rakyat itulah yang membawanya terpilih menjadi orang nomor satu di negeri ini.
Namun kini, Jokowi mengambil kebijakan tingkat elite di tengah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan harga bahan pokok yang menyengsarakan rakyat.
"Itu uangnya dari mana? Dari subsidi BBM yang ditarik?" ujar Hendri.
Hendri juga mempertanyakan sikap Jokowi, yang sempat menolak pengadaan mobil untuk kabinetnya pada masa peralihan pemerintahan lalu.
Saat itu, Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi melakukan pengadaan 72 unit Mercedes-Benz E Class 400 untuk kabinet Jokowi-Kalla.
Nilai lelangnya mencapai Rp 91,94 miliar. Namun, lelang itu akhirnya dibatalkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono setelah memicu kontroversi di masyarakat.
Ketika itu, Jokowi dan JK kompak menolak menggunakan pengadaan mobil yang dilakukan SBY itu.
"Ya, itulah Jokowi, membingungkan," ucap Hendri.
Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2015 tentang Pemberian Fasilitas Uang Muka bagi Pejabat Negara untuk Pembelian Kendaraan Perorangan, Presiden Jokowi menaikkan uang muka pembelian kendaraan menjadi Rp 210,890 juta.
Dikutip dari situs Sekretariat Kabinet, Perpres itu merupakan revisi dari Peraturan Presiden Nomor 68 Tahun 2010.
Perpres tersebut hanya mengubah Pasal 3 ayat (1) Perpres No 68/2010. Pada Perpres No 68 Tahun 2010 disebutkan fasilitas uang muka diberikan kepada pejabat negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 sebesar Rp 116.650.000
Adapun dalam Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2015, fasilitas itu berubah menjadi sebesar Rp 210.890.000.
Mereka yang mendapat fasilitas ini ialah anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, hakim agung, hakim konstitusi, anggota Badan Pemeriksa Keuangan, dan anggota Komisi Yudisial. (Ihsanuddin)
Dikutip dari Wartakota
3 Pejabat sedang lempar tanggung jawab
Dalam Gambar Disamping menggambarkan bahwa ada 3 pejabat yang lempar tanggung jawab
Walikota Solo :
'' Kelihatannya gak sulit- sulit amat atasi macet dan Banjir Jakarta''
Gubernur Jakarta :
'' Macet dan Banjir Lebih Mudah di atasi Jika Jadi Presiden ''
Presiden RI :
'' Itu Bukan Urusan Saya ''
Kita Lihat saja apa yang terjadi dengan indonesia kedepan
Wednesday, 1 April 2015
Ini isi Surat yang di tulis ustad Arifin Ilham untuk kepala BNPT terkait pemblokiran Media Dakwah
Surat Untuk Ayahanda Irjen. Pol. Drs. H. Saud Usman Nasution, Kepala BNPT.Ayahanda tercinta Irjen. Haji Saud Usman Nasution, nanda wajib mengingatkan ayahanda yg telah memblokir Media Da'wah. Maafkan jika ayah marah dg nanda. Ayahanda, hidup kita tidak lama di dunia, SANGAT SEBENTAR, apalagi jabatan yg kita emban. Segala sikap dan keputusan kita mengandung konsekwensi dunia akhirat. Bacalah Kalam Allah dg iman, Barang siapa memberi keputusan atau kebiasaan yg baik, lalu banyak yg mengikutinya maka sebanyak itu ganjaran mengalir Allah berikan kepadanya, tetapi sebaliknya barang siapa membuat keputusan atau kebiasaan buruk, lalu banyak yg mengikutinya maka sebanyak itu dosa yg ditimpakan kepadanya (QS An Nisa 85). Betapa besar NILAI AMAL dan PAHALA bila keputusan itu baik, sebanyak manfaat, sebanyak yg mengikutnya sebanyak itu pahala mengalir yg ayah raih, tetapi kalau keputusan itu buruk apalagi sampai menutup JALAN DA'WAH, sungguh keputusan terlalu berani, terlalu riskan ayahanda. Nanda wajib menyampaikan akibat akibat bagi mereka yg menghalangi da'wah:
1. Mendapat laknat Allah seperti Abu Lahab, "Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa. Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan. Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak (QS Lahab 1-4).
2. Akan mendapat azab yang sangat pedih di akhirat kelak
3. Akan mendapat azab Allah saat di dunia
4. Termasuk orang zholim yg sangat merugi
Allah berfirman, "Ingatlah, kutukan Allah (ditimpakan) atas orang-orang yang zalim, (yaitu) orang-orang yang menghalangi (manusia) dari jalan Allah dan menghendaki (supaya) jalan itu bengkok. dan mereka Itulah orang-orang yang tidak percaya akan adanya hari akhirat. Orang-orang itu tidak mampu menghalang-halangi Allah untuk (mengazab mereka) di bumi ini, dan sekali-kali tidak adalah bagi mereka penolong selain Allah. Siksaan itu dilipat gandakan kepada mereka. mereka selalu tidak dapat mendengar (kebenaran) dan mereka selalu tidak dapat melihat(nya). Mereka Itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, dan lenyaplah dari mereka apa yang selalu mereka ada-adakan. Pasti mereka itu di akhirat menjadi orang-orang yang paling merugi" (QS Huud : 18 – 22)
5. Menjadi musuh Allah dunia akhirat. Rasuulullahu bersabda, “Sesungguhnya Allah Berfirman: “Siapa saja yang telah memusuhi juru da'wahKu maka sungguhnya aku telah menyatakan perang kepadanya” (HR Bukhori).
6. Menutup Jalan da'wah membuat yang lemah iman semakin jahil, yang benci Islam semakin berjaya. Padahal Rasul yg mulia mengajarkan kita doa mohon perlindungan Allah dari "syamaatatil a'daai" membuat pembenci agama yg mulia ini bertepuk tangan.
7. Menumbuhkan kecurigaan, fitnah bahkan kebencian umat kepada ayahanda dan BNPT. Mengapa tanpa teguran peringatan sebelumnya, mengapa hanya Media Islam dicap radikal kalau yg lain tidak dicap radikal, dsb. Sungguh kecurigaan akan menjadi fitnah, dan fitnah menimbulkan kebencian, dan kebencian menjadi permusuhan. Bahkan sampai meninggalpun bukan saling mendoakan, naudzubillah min dzalika. Bukankah kita bersaudara seiman, bisa duduk bersama, makan minum bersama dan saling menasehati. "Sesungguhnya orang-orang mu'min bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat (QS Al Hujurat 10).
Semoga ayahanda tercinta berkenan dan segera membuka kembali Jalan Da'wah mulia ini. Kalau memang banyak kekurangan dan kesalahan ikhwah Media Da'wah, AJAKLAH BERMUSYAWARAH untuk memperbaikinya, insyaAllah semua berkenan dan berkah dg shilaturahm, berkah BNPT, berkah Da'wah, berkah juga untuk negeri yg kita cintai ini. Dan nandapun senang jika ayah mengundang nanda bermusyawarah. Ikhwah fillah yg diblokir bersabarlah, insyaAllah tidak lama, berdoalah dan doakanlah semua dan tentu pula muhasabah diri. Tantangan da'wah adalah keniscayaan, dan selalu berbuah hikmah besar, sahabatku. Maafkan arifin ini yg merindukan keberkahan harakah da'wah dan kedamaian negeri ini. Alangkah indahnya bila presidennya benar benar memikirkan keadaan rakyatnya, tentara polisi melindungi rakyatnya, media da'wahnya lancar, rakyatnya menjadi taat, dan negerinya bertabur berkah...insyaAllah, aamiin. Foto bersama BRIMOB setelah Zikir dan ngaji bersama di halaman mesjid Az Zikra Sentul. Jangan lupa sebelum rehat malam ini berwudhu, berdoa, berzikir sampai tertidur, berazam sholat malam dan bersahur untuk puasa kesukaan Rasulullah, senin kamis.
Dikutip dari facebook KH Muhammad Arifin Ilham
Tuesday, 31 March 2015
Aksi Mahasiswa 1998 Bisa Terulang
''Kejadian 98 Bisa saja terjadi. Karena saat ini mahasiswa sudah tahap membakar poster Jokowi dan JK''
Jakarta - Pengamat ekonomi Politik, Ichsanuddin Noorsy mengatakan bahwa gelombang demonstrasi besar-besaran yang dilakukan mahasiswa 1998 bisa terulang kembali. Demikian itu jika Presiden Joko Widodo benar-benar tidak peduli dengan kondisi perekonomian di Indonesia.
Noorsy menjelaskan bahwa peluang itu bisa saja terjadi mengingat saat ini Jokowi sudah keluar dari program NawaCita yang sempat dia dengungkan bersama kabinetnya. Ini bisa dilihat dari harga migas yang tidak menentu yang berdampak pada tidak stabilnya politik dan kehidupan sosial di masyarakat.
"Kejadian 1998 bisa terjadi. Karena saat ini aksi mahasiswa sudah pada tahap membakar poster Jokowi dan JK. Selain itu mahasiswa juga sudah melakukan gugatan. Dipastikan ini sudah masuk pada tahap kerusuhan politik," kata Noorsy kepada TeropongSenayan, di gedung Nusantara III DPR, Jakarta, Selasa (31/3/2015).
Noorsy juga menyarankan agar kejadian demonstrasi 1998 tidak terulang. Oleh karenanya Jokowi harus bisa membenahi segala kementeriannya yang sekarang lebih mementingkan pihak asing.
"Kita bicara fair saja. Saat ini Jokowi tidak tegas dalam mengatur pemerintahan ini, semua menteri seperti jalan sendiri-sendiri. Ingat, sekarang Jokowi adalah presiden Indonesia," tandasnya
Kutip dari Teropongsenayan.com
Jakarta - Pengamat ekonomi Politik, Ichsanuddin Noorsy mengatakan bahwa gelombang demonstrasi besar-besaran yang dilakukan mahasiswa 1998 bisa terulang kembali. Demikian itu jika Presiden Joko Widodo benar-benar tidak peduli dengan kondisi perekonomian di Indonesia.
Noorsy menjelaskan bahwa peluang itu bisa saja terjadi mengingat saat ini Jokowi sudah keluar dari program NawaCita yang sempat dia dengungkan bersama kabinetnya. Ini bisa dilihat dari harga migas yang tidak menentu yang berdampak pada tidak stabilnya politik dan kehidupan sosial di masyarakat.
"Kejadian 1998 bisa terjadi. Karena saat ini aksi mahasiswa sudah pada tahap membakar poster Jokowi dan JK. Selain itu mahasiswa juga sudah melakukan gugatan. Dipastikan ini sudah masuk pada tahap kerusuhan politik," kata Noorsy kepada TeropongSenayan, di gedung Nusantara III DPR, Jakarta, Selasa (31/3/2015).
Noorsy juga menyarankan agar kejadian demonstrasi 1998 tidak terulang. Oleh karenanya Jokowi harus bisa membenahi segala kementeriannya yang sekarang lebih mementingkan pihak asing.
"Kita bicara fair saja. Saat ini Jokowi tidak tegas dalam mengatur pemerintahan ini, semua menteri seperti jalan sendiri-sendiri. Ingat, sekarang Jokowi adalah presiden Indonesia," tandasnya
Kutip dari Teropongsenayan.com
Situs Islam Lebih Berbahaya dari Situs Pornografi Sebut Eva Sundari Politisi PDIP
Baru baru ini Kominfo memblokir sebanyak 19 situs islam terkenal seperti Arrahmah, VOA-islam dan Hidayatullah.
Tudingan bahwa situs-situs Islam lebih berbahaya daripada pornografi datang dari politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Eva Kusuma Sundari.
Situs-situs Islam itu menurutnya, “Sama bahayanya dengan situs pornografi karena berdampak pada kerusakan jiwa terutama generasi muda kita. Tetapi yang lebih bahaya adalah dampak tindakannya yang mendatangkan kerusakan yang luas dan bahkan penghilangan nyawa banyak orang.”
“Karena berdampak pada kerusakan jiwa para generasi muda,” kata anggota Komisi III DPR dalam rilisnya.
Ia mendesak Menkominfo untuk memblokir situs-situs Islam pro-jihad. Desakan ini, menyusul insiden bom panci di Mapolsek Rajapolah, Tasikmalaya, Jawa Barat. Ia menduga, pelaku mendapat ide dari situs Inspire Magazine Al Qaidah, yang mengajarkan pembuatan bom panci pakai pressure cooker.
“Hal yang juga telah menginspirasi pelaku bom Boston marathon,” tuding anggota Kehormatan Waria ini.
Ia mengatakan, situs-situs tersebut sudah meresahkan masyarakat dan aktivis-aktivis anti-kekerasan karena mengajarkan radikalisme.
“PDI Perjuangan sangat berharap agar Menkominfo menutup situs-situs yang sudah meresahkan masyarakat dan aktivitas-aktivitas anti kekerasan karena mengajarkan radikalisme seperti situs-situs Al-busroh.com; Arrahmah.com; VOI-Voice of Islam; jihat.com; tauhid wal jihad, yang mendorong apa yang disebut self-radicalism (radikalisme sukarela) dan mengantar seseorang mengambil tindakan radikal termasuk membuat bom,” katanya dalam rilis persnya
Kutip dari dakwatuna
Tudingan bahwa situs-situs Islam lebih berbahaya daripada pornografi datang dari politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Eva Kusuma Sundari.
Situs-situs Islam itu menurutnya, “Sama bahayanya dengan situs pornografi karena berdampak pada kerusakan jiwa terutama generasi muda kita. Tetapi yang lebih bahaya adalah dampak tindakannya yang mendatangkan kerusakan yang luas dan bahkan penghilangan nyawa banyak orang.”
“Karena berdampak pada kerusakan jiwa para generasi muda,” kata anggota Komisi III DPR dalam rilisnya.
Ia mendesak Menkominfo untuk memblokir situs-situs Islam pro-jihad. Desakan ini, menyusul insiden bom panci di Mapolsek Rajapolah, Tasikmalaya, Jawa Barat. Ia menduga, pelaku mendapat ide dari situs Inspire Magazine Al Qaidah, yang mengajarkan pembuatan bom panci pakai pressure cooker.
“Hal yang juga telah menginspirasi pelaku bom Boston marathon,” tuding anggota Kehormatan Waria ini.
Ia mengatakan, situs-situs tersebut sudah meresahkan masyarakat dan aktivis-aktivis anti-kekerasan karena mengajarkan radikalisme.
“PDI Perjuangan sangat berharap agar Menkominfo menutup situs-situs yang sudah meresahkan masyarakat dan aktivitas-aktivitas anti kekerasan karena mengajarkan radikalisme seperti situs-situs Al-busroh.com; Arrahmah.com; VOI-Voice of Islam; jihat.com; tauhid wal jihad, yang mendorong apa yang disebut self-radicalism (radikalisme sukarela) dan mengantar seseorang mengambil tindakan radikal termasuk membuat bom,” katanya dalam rilis persnya
Kutip dari dakwatuna
Subscribe to:
Comments (Atom)







